Baper-an !

Pernahkah kita bertanya, siapakah orang-orang di dalam hidup kita yang mudah sekali baper (bawa perasaan). Tentunya kita menjadi selalu hati-hati jika berbicara dengan atau di dekat orang yang baper-an. Bagi yang belum tahu, "baper" merupakan suatu situasi di mana perasaan seseorang terbawa terlalu dalam ke dalam sesuatu yang sedang dipikirkan.

Situasi ini menimbulkan efek samping seperti ke-galau-an, patah hati, dan kadang kala kekecewaan yang berujung pada perilaku tidak menyenangkan yang dilakukan orang baper, seperti marah-marah ga jelas, atau malas melakukan akitivitas apapun selain tidur (ini biasanya dialami oleh oleh yang patah hati, sih). Nah, karena baper sesuatu yang menempatkan orang kepada situasi yang tidak menyenangkan. Maka "baper" dapat diklasifikan sebagai situasi dengan tingkat "berbahaya" cukup tinggi.

Ke-baper-an, dapat menyebabkan orang lupa akan sesuatu yang bersifat substansial dan seharusnya lebih diutamakan daripada ke-baperan diri sendiri. Orang yang baper dapat disebabkan perasaan yang sensitif, mudah merasa terluka dan tersinggung. Biasanya orang-orang seperti ini merupakan orang-orang yang bekerja di bidang-bidang yang menuntut sentuhan perasaaan yang tinggi, seperti bidang seni.

Seorang seniman yang terkenal eksentrik biasanya tidak mudah untuk diajak bicara. Bisa saja suatu waktu seniman merasa tersinggung ketika tidak sengaja membicarakan sesuatu yang tabu untuk diperbincangkan. Begitu pula seorang desainer. Suatu waktu memiliki mood yang bagus, terkadang juga berantakan.

Hanya desainer yang tidak mendesain-lah yg berpenampilan rapi dengan tas-tas berkelas yang dibawa. Sepatu baru dengan nilai fantastis dan segala atribut mevvvah yang melekat di tubuhnya menjadi pencitraan yang sangat penting. Memiliki waktu untuk nongkrong di tempat-tempat mahal kekinian seolah merupakan bargaining power yang sangat diperlukan dalam menentukan eksistensi diri.

Pekerjaan desain mereka dibantu oleh para desainer lain yang bekerja untuknya. Bahkan mungkin jusru desainer pekerja itu yang mengerjakan sebagian besar desain dari para desainer bertampang rapi dan berkelas tersebut. Memecahkan banyak permasalahan detil dan mengurusi setiap sampah yang ada di dalam proyek yang sedang dikerjakan.

Seperti itukah saya ?

Saya sendiri tidak tahu akan masa depan, namun saat ini saya jelas mengatakan tidak !

Sampai saat ini saya masih mengatakan saya seorang desainer yang kurang rapi dalam penampilan. Saya mengerjakan banyak hal sendiri, dan walaupun ada bantuan dari pihak, saya masih menyukai untuk meneliti kembali semaunya. Mau tidak mau saya harus mempelajari sebagian besar detil dalam proyek saya.

Layaknya seorang seniman yang mudah tersinggung dan baper, saya pun begitu. Baper terhadap segala detil dalam proyek sedang dikerjakan. Dengan tingkat kebaperan yang tidak mudah dipahami oleh banyak orang, seorang desainer bisa saja merasa sendiri dan depresi dalam keramaian. Seperti seorang pematung yang sangat sensitif saat membentuk otot-otot kekar pada sebuah patung seorang prajurit. Atau seorang penulis naskah yang menghabiskan banyak rokok dan kopi saat melakukan pekerjaanya.

Kami itu mencurahkan banyak bagian dalam diri kami untuk menghasilkan sebuah karya !

Karena itulah kami mudah baper.


Jadi siapakah orang yang baper-an itu ? Ya, itu saya sendiri.


Comments